JAKARTA – Komitmen nyata dalam menghadirkan solusi pemulihan pasca-stroke, kepedulian terhadap program lanjut usia (lansia), serta pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia terus ditunjukkan oleh Yayasan Duta KRESHNA Indonesia. Berkat konsistensi tersebut, yayasan mendapatkan apresiasi tinggi berupa undangan menghadiri acara kenegaraan yang sangat strategis di level kementerian nasional.
Yayasan Duta KRESHNA Indonesia hadir langsung dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) antara Kementerian PPN/Bappenas dan Wanita Berdaya Selangor (WBS) yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat di Ruang Rapat Benny S. Muljana, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat.

Kolaborasi dan Inovasi Bersama Bappenas
Kehadiran yayasan dalam forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga non-pemerintah dan regulator dalam merancang ekosistem inklusif bagi masyarakat rentan, khususnya para penyintas stroke (strokers) dan kaum lansia di Indonesia.
Suhadi, SH., M.Hum selaku Ketua Harian Yayasan Duta KRESHNA Indonesia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Direktorat PKKS Kementerian PPN/Bappenas. Apresiasi khusus juga disampaikan secara langsung kepada Ibu Tirta Sutedja selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan Kementerian Bappenas RI, yang selama ini terus memberikan dukungan penuh (support) terhadap setiap gerak jalan dan kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Yayasan Duta KRESHNA Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor untuk Indonesia Inklusif
Selain menghadiri agenda utama penandatanganan kerja sama bilateral tersebut, momen berharga ini juga diisi dengan sesi diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) guna memperluas jaringan inovasi.
Tim dari Yayasan KRESHNA berkesempatan melakukan diskusi bersama dengan para tokoh penting dan ahli di bidang pelayanan lansia serta disabilitas. Di antaranya adalah Emir Fachri (CEO Rukun Senior Living) dan Dyah Larasati (Arunala Kolaborasi & Inovasi). Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu melahirkan program-program baru yang lebih inovatif, aplikatif, dan berdampak luas dalam mempercepat kemandirian fisik maupun ekonomi bagi para penyintas stroke dan lansia.

Tak hanya itu, jajaran Tim KRESHNA juga terpantau melakukan koordinasi erat bersama Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan Dokter Ari yang merupakan Founder dari Sekolah Lansia DKI Jakarta. Sinergi ini mempertegas langkah bersama dalam menyambut era ageing population (ledakan penduduk lansia) di Indonesia agar tetap berdaya, sehat, dan bahagia.
Melalui apresiasi dari Kementerian PPN/Bappenas ini, Yayasan Duta KRESHNA Indonesia menegaskan kembali misinya untuk tidak hanya menjadi saksi, melainkan motor penggerak dan solusi nyata yang berjalan beriringan dengan program-program strategis pemerintah pusat.
Artikel Terkait yang Menarik untuk Dibaca:
- #JemputPulih Bersama KRESHNA Foundation: Sinergi Komunitas dan Inovasi Wellness Station untuk Pejuang Stroke
- Stroker Harus Bahagia: Menjemput Pulih Lewat Energi Positif Pakde Pur (Andreas)
- Dari Tour Leader Internasional Jadi “Pendekar SEPARO”: Kisah Mengocok Perut dan Menggugah Hati dari Ledrik Laurika
