Ledrik Laurika Pendekar Separo – Dunia persilatan medis geger! Jika dulu kita mengenal pahlawan super dengan kekuatan laba-laba atau palu petir, kini lahir pahlawan lokal baru yang kekuatannya bersumber dari ketabahan, tawa, dan… setengah sisi tubuhnya yang hobi mogok kerja. Perkenalkan: Ledrik Laurika, Sang Pendekar SEPARO!
Gelar “Pendekar Stroke” mungkin terdengar biasa, tapi “SEPARO”? Itu tingkatan kearifan lokal yang berbeda. Sebelum mendapat gelar kehormatan ini, pria lulusan Akademi Pariwisata Trisakti angkatan ’93/’94 ini adalah seorang Tour Leader kelas internasional. Beliau sudah melanglang buana memimpin rombongan melintasi Eropa, Dubai, China, Korea, hingga keliling Asia Tenggara. Pekerjaannya menuntutnya untuk cuap-cuap tanpa henti sepanjang hari.
Namun, pada tahun 2016, takdir memberikan sebuah plot twist berupa serangan stroke dan penyakit jantung. Sang Pendekar dipaksa masuk ke mode silent alias tidak bisa berbicara sama sekali selama 4 tahun! Bayangkan, seorang Tour Leader disuruh diam 4 tahun. Itu cobaan terberat melebihi disuruh bayar bagasi overweight di bandara!

Berubah Profesi: Dari Pemandu Wisata Menjadi “Ceurik & Turu”
Alih-alih meratapi nasib menjadi “mati separo” (istilah stroke dalam bahasa Ambon, tanah kelahiran marganya), Ledrik justru memutuskan untuk menertawakan keadaan di atas panggung Stand Up Comedy.
“Semenjak stroke, profesi saya berubah, teman-teman. Dari Tour Guide, sekarang profesi saya jadi Ceurik (menangis) dan Turu (tidur)!”
Gaya jalannya yang sekarang berubah pun tidak luput dari bahan candaannya.
“Pas saya nyampe tempat janjian, saya pikir lantainya kagak rata… Eh, ternyata cara jalan saya yang kagak rata, mirip kepiting setengah mateng!”
Karena otaknya yang diakui “tinggal separo dan susah ngapal,” Bang Ledrik kalau manggung selalu membawa kertas contekan. Menurutnya, ini adalah taktik cerdas. Bahkan untuk urusan pijat refleksi, beliau emoh datang.
“Berasa rugi saya kalau ke tempat pijat. Bayarnya full, yang dipijat cuma separo yang berfungsi. Yang ada keluar tempat pijat, badan saya separo kering, separo glowing!”
Lulus Jadi “Sarjana Komedi”
Semangat pantang menyerah membawa Ledrik Laurika Pendekar Separo mendaftar ke “Sekolah Pecahkan” Basic Comedy Batch 2 pada tahun 2025 yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bang Zie Baraba, dengan mentor maut seperti Nury Zhafira, Rin Hermana, dan Dany Beler. Di sana beliau digembleng hingga lulus dan berhasil memegang sertifikat resmi sebagai Sarjana Komedi!
Meskipun sempat “gagal” di audisi SUCI 12 Kompas TV, jalan terus! Beliau sukses menjadi Opener dalam pertunjukan spesial “LUCU ITU ANUGERAH” di Cibitung pada 16 Maret 2026 kemarin. Kini, jadwal open mic-nya makin padat di berbagai tempat, mulai dari acara Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI), Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI), hingga mal-mal besar.
Saat ditanya kenapa orang stroke malah sibuk open mic bukannya berobat, beliau menjawab dengan santai:
“Saya punya cita-cita jadi komika stroke pertama di Indonesia yang sukses. Makanya saya sengaja ga mau berobat dulu, nanti kalau saya sembuh, cita-cita saya gak tercapai dong!”
Misi Menakjubkan ke Solo: Menuju Rumah Jokowi
Nah, ini bagian yang paling membuat banyak orang berdecak kagum. Di balik keterbatasan fisiknya, jiwa petualang internasional Bang Ledrik ternyata tidak pernah luntur.
Baru-baru ini, Sang Pendekar SEPARO melakukan sebuah perjalanan luar biasa yang sangat menajubkan. Bersama sahabat sejatinya, Pakde Pur, Bang Ledrik nekat melakukan perjalanan keliling menggunakan kereta api menuju kota Solo! Hebatnya lagi, misi perjalanan mereka di Solo ini adalah menuju ke kediaman mantan Presiden RI, Bapak Joko Widodo. Sebuah pembuktian nyata bahwa langkah kaki yang “miring separo” sama sekali bukan halangan untuk melangkah jauh hingga ke rumah tokoh nomor satu.
Hidup Itu Komedi dan Perjalanan, Nikmati Saja!
Lewat panggung stand-up comedy dan aksi nekatnya ke Solo, Ledrik Laurika Pendekar Separo sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa seorang stroke survivor tetap bisa berkarya, mandiri, jalan-jalan, dan bersenang-senang dalam keadaan apa pun.
Filosofi hidup Sang Pendekar sangat sederhana: “Separuh tubuh boleh kaku, tapi selera humor dan semangat hidup harus tetap maju!” Beliau mengajarkan pada kita semua, seberat apa pun ujian hidup, selama kita masih bisa menertawakannya, kita adalah pemenangnya.
Maju terus Bang Ledrik, Sang Pendekar SEPARO! Ditunggu pertunjukan spesial berikutnya di panggung komedi!
Baca juga:
