web stats service from statcounter

Cara Menanam Terong Ungu Agar Cepat Panen dan Berbuah Lebat

  • by Kemang house for rent
  • 9 months ago
  • Umum
  • 1
cara menanam terong ungu

Menanam terong ungu bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong. Selain rasanya enak dan bisa diolah menjadi berbagai masakan, tanaman ini juga cukup mudah dirawat. Dengan perawatan yang tepat, terong ungu bisa tumbuh subur, berbuah lebat, dan menghasilkan panen yang melimpah.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara menanam terong ungu mulai dari persiapan benih, penanaman, perawatan hingga panen. Panduan ini bisa diterapkan baik di lahan luas maupun di pot atau polybag untuk skala rumahan.

Mengenal Tanaman Terong Ungu

Terong ungu atau Solanum melongena L. merupakan salah satu jenis sayuran populer di Indonesia. Tanaman ini termasuk keluarga Solanaceae, sama seperti tomat, cabai, dan kentang. Terong ungu dikenal memiliki kulit buah berwarna ungu pekat dengan daging buah berwarna putih agak kehijauan.

Kandungan nutrisinya cukup tinggi, antara lain vitamin A, vitamin C, serat, dan antioksidan. Selain itu, terong juga rendah kalori sehingga baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak heran jika permintaan pasar terhadap terong ungu selalu stabil.

Syarat Tumbuh Terong Ungu

Sebelum masuk ke cara menanam terong ungu, penting untuk memahami syarat tumbuhnya. Hal ini akan memengaruhi hasil panen.

Terong ungu bisa tumbuh optimal di daerah dengan suhu 22–30°C. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6 jam sehari. Tanah yang cocok adalah tanah gembur, subur, kaya bahan organik, serta memiliki pH 5,5–6,8. Drainase yang baik juga penting agar tanaman tidak mudah busuk akibat genangan air.

Persiapan Benih Terong Ungu

Langkah pertama adalah memilih benih berkualitas. Benih yang bagus biasanya bersertifikat, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki daya tumbuh tinggi. Anda bisa membeli benih di toko pertanian atau membuatnya sendiri dari buah terong yang sehat dan matang sempurna.

Jika ingin menyeleksi benih, lakukan uji rendam. Benih yang tenggelam dalam air umumnya lebih baik dibandingkan benih yang mengapung. Setelah itu, benih bisa direndam dalam larutan fungisida ringan atau air hangat selama beberapa jam untuk mempercepat perkecambahan.

Penyemaian Benih

Benih terong ungu sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan atau pot. Gunakan media semai berupa campuran tanah gembur, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.

Taburkan benih secara merata di atas media semai, lalu tutup tipis dengan tanah. Siram menggunakan sprayer agar kelembapan tetap terjaga tanpa merusak benih. Letakkan di tempat teduh tetapi tetap mendapat cahaya cukup. Dalam 5–7 hari, benih biasanya mulai berkecambah.

Bibit bisa dipindahkan setelah berusia 3–4 minggu atau memiliki 4–5 helai daun sejati.

Persiapan Lahan atau Media Tanam

Bagi Anda yang menanam di lahan, gemburkan tanah terlebih dahulu dengan cara dicangkul sedalam 30 cm. Buat bedengan dengan lebar 1–1,2 meter dan tinggi 30 cm, sementara jarak antarbedengan sekitar 50 cm.

Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20–30 ton per hektar untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jika menanam di pekarangan dengan polybag, gunakan polybag berdiameter minimal 40 cm. Isi dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan yang sama seperti pada media semai.

Cara Menanam Terong Ungu

Setelah lahan atau media tanam siap, lakukan pemindahan bibit. Caranya, buat lubang tanam dengan kedalaman 5–10 cm. Jarak tanam yang ideal adalah 60–70 cm antar tanaman dan 70–80 cm antar barisan.

Keluarkan bibit dari polybag semai dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Masukkan ke dalam lubang tanam, lalu timbun kembali dengan tanah. Padatkan perlahan dan siram secukupnya.

Untuk menanam di polybag, prosesnya sama. Pastikan bibit ditanam pada posisi tegak dan tidak miring.

Perawatan Terong Ungu

Penyiraman

Tanaman terong membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan. Siram dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Namun, hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak busuk.

Pemupukan

Pemupukan penting agar tanaman tumbuh subur dan cepat berbuah. Gunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Setelah tanaman berumur 2 minggu, berikan pupuk NPK atau pupuk organik cair secara berkala setiap 2–3 minggu sekali.

Pada fase berbunga dan berbuah, tingkatkan dosis kalium agar hasil buah lebih maksimal.

Penyiangan dan Pembumbunan

Singkirkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak berebut nutrisi. Lakukan penyiangan setiap 2–3 minggu sekali. Setelah itu, lakukan pembumbunan yaitu menimbun tanah di sekitar pangkal batang agar tanaman lebih kokoh.

Pemangkasan

Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh di ketiak daun. Tujuannya agar energi tanaman lebih fokus pada pembentukan bunga dan buah.

Pemasangan Ajir

Batang terong ungu cenderung rapuh jika berbuah banyak. Oleh karena itu, pasang ajir atau penopang dari bambu agar tanaman tetap tegak.

Hama dan Penyakit Terong Ungu

Hama yang sering menyerang terong ungu antara lain kutu daun, ulat daun, penggerek buah, dan trips. Sementara penyakit yang umum adalah layu bakteri, busuk akar, dan bercak daun.

Pengendalian bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lahan, melakukan rotasi tanaman, serta menggunakan pestisida nabati dari bahan seperti daun pepaya, bawang putih, atau serai. Jika serangan cukup parah, gunakan pestisida kimia sesuai dosis anjuran.

Proses Pembungaan dan Pembuahan

Tanaman terong ungu biasanya mulai berbunga pada usia 40–50 hari setelah tanam. Bunga terong ungu termasuk bunga sempurna, sehingga bisa melakukan penyerbukan sendiri. Namun, penyerbukan bisa lebih optimal dengan bantuan angin atau serangga seperti lebah.

Jika bunga rontok sebelum menjadi buah, bisa jadi karena kekurangan nutrisi atau penyiraman tidak teratur. Pastikan tanaman mendapatkan cukup air dan pupuk yang seimbang.

Panen Terong Ungu

Terong ungu bisa dipanen pertama kali pada usia 60–70 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah siap panen adalah ukuran sudah maksimal, kulit berwarna ungu mengkilap, dan daging buah masih keras.

Gunakan gunting atau pisau tajam untuk memetik buah bersama tangkainya. Pemanenan bisa dilakukan setiap 3–5 hari sekali. Satu tanaman terong ungu biasanya bisa menghasilkan 2–3 kg buah per musim tanam.

Tips Agar Terong Ungu Cepat Berbuah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar terong ungu cepat berbuah lebat. Pertama, berikan pupuk dengan dosis seimbang antara nitrogen, fosfor, dan kalium. Kedua, lakukan pemangkasan secara rutin agar tanaman tidak rimbun. Ketiga, jaga kelembapan tanah dan lakukan penyiraman teratur.

Selain itu, hindari menanam terong ungu di lahan yang sama secara terus-menerus. Rotasi dengan tanaman lain seperti jagung atau kacang-kacangan bisa membantu mencegah penyakit tanah.

Kesimpulan

Mengetahui cara menanam terong ungu dengan benar akan membantu Anda mendapatkan hasil panen yang melimpah. Mulai dari pemilihan benih, penyemaian, persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan harus dilakukan dengan teliti. Dengan perawatan optimal, terong ungu bisa dipanen berulang kali dan menjadi sumber penghasilan tambahan atau konsumsi keluarga.

Jika Anda pemula, cobalah menanam terong ungu di pot atau polybag terlebih dahulu. Setelah berhasil, barulah mencoba menanam di lahan lebih luas. Dengan begitu, Anda bisa merasakan manfaatnya baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun peluang usaha kecil di bidang pertanian.

Baca Juga:

Compare listings

Compare