Sejarah panjang kehidupan Kisah Inspiratif Suhadi Stroke yang tidak terlupakan sering kali menjadi landasan terkuat bagi seseorang untuk tetap bertahan, bersyukur, dan terus menjalankan roda kehidupan dengan penuh makna. Inilah yang menjadi pegangan hidup bagi Suhadi. Kisah perjalanannya bukanlah sekadar deretan angka tahun, melainkan sebuah narasi tentang ketahanan (resilience), transformasi, dan dedikasi yang tak putus untuk kemanusiaan.
Jejak Karir dan Semangat Mengabdi
Hampir 31 tahun sudah Suhadi mendedikasikan dirinya di dunia profesional. Memulai karir di dunia korporat sejak 16 Juni 1995, ia berhasil membangun reputasi sebagai profesional yang disiplin, menghargai waktu, dan memiliki semangat tinggi, sembari menyelesaikan studi di beberapa perguruan tinggi. Kombinasi kemampuan interpersonal ship yang kuat dan profesionalisme ini terus melekat dalam dirinya.

Namun, perjalanan hidup mengambil belokan tak terduga pada 10 Oktober 2019, ketika Suhadi terdampak bencana otak (stroke). Momen ini menjadi titik balik krusial. Alih-alih menyerah, fase ini justru mengantarkannya pada pintu pengabdian yang lebih luas.
Sejak 16 Juni 2020, Suhadi memilih untuk “bertapa” melalui aksi nyata pengabdian masyarakat. Enam tahun terakhir, ia aktif sebagai relawan kemanusiaan dan menjadi penggerak di Yayasan Duta KRESHNA Indonesia, sebuah NGO yang menaungi Sahabat Strokers dan disabilitas pasca-stroke. Pengabdian ini semakin kukuh setelah ia memutuskan mengambil pensiun dini pada 1 November 2022 dari perusahaan Oil & Gas Internasional tempatnya bernaung.
Pilar Penguat dalam Pemulihan: Caregiver Keluarga
Dalam memperjuangkan kelangsungan hidup sehari-hari akibat dampak stroke, Suhadi tidak pernah sendiri. Di sinilah peran caregiver—istri dan anaknya—menjadi kunci utama yang saling menguatkan, melengkapi, dan menjaga aktivitas tetap produktif.
Sang istri, Yuli Rhomadhoni, SKom, masih berdinas di Group Sektor Automotif sebagai Development Main Dealer Honda Motor Wilayah Jabodetabek, Jawa, Sumatera, dan Bali. Sementara itu, putra semata wayangnya, Abimanyu Aulia Ulum Fadilah, M.Pd.I, yang kini domisili di Bantul, Yogyakarta, aktif mengelola Pondok Pesantren Darul Muhlisin dengan empat cabangnya. Abimanyu juga bertanggung jawab di bidang pengembangan ekonomi kreatif dan memiliki berbagai unit usaha.

Kekuatan kolaborasi internal keluarga inilah yang menjadi pondasi kuat bagi Suhadi untuk melangkah keluar dan berkolaborasi dengan masyarakat luas.
Yayasan Duta KRESHNA Indonesia: Solusi Holistik dan Kolaborasi Lintas Elemen
Melalui Yayasan Duta KRESHNA Indonesia, Suhadi hadir untuk memberikan solusi pemulihan pasca-stroke yang komprehensif, mencakup empat aspek utama: FISIK, MENTAL, EKONOMI, dan SPIRITUAL.
Tujuan besar ini diwujudkan melalui implementasi program yang solid bersama berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah Negara, serta pihak swasta dengan jaringan nasional maupun Asia. Beberapa mitra strategis di antaranya adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kemenkumham, Kementerian UMKM, Kemenparekraf, KND (Komisi Nasional Disabilitas), lembaga pendidikan seperti UI, ITB, UGM, hingga media seperti Media Indonesia, serta Bank BNI.

Implementasi program ini juga terlihat nyata dalam kolaborasi dengan Rumah Sakit Pemerintah maupun Swasta, memastikan aspek FISIK (kesehatan) para penyintas stroke tertangani dengan baik melalui jalur pengabdian masyarakat.

Menata Kembali Ekonomi dan Makna Sukses
Setelah 6 tahun dan 9 bulan terdampak stroke, tepat pada 10 Juni 2026, Suhadi kembali aktif menata pemulihan ekonomi melalui berbagai unit usaha produktif. Hal ini membuktikan bahwa pemulihan aspek EKONOMI adalah hal yang mungkin dicapai. Unit usaha di bawah naungannya kini mencakup:
-
WELLNES STATION & KRESHNA Medika
-
JOSS Loundry
-
Sahabat Ternak
-
JOSS Bakery
-
Bims Snow Wash
-
SAYOJA Consulting
Bagi Suhadi, definisi kesuksesan kini bergeser menjadi lebih mendalam:
“Sukses adalah seberapa kita mampu manajemen waktu dan meraih PELUANG untuk memberikan dampak manfaat kepada diri kita, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.”
Perjalanan Kisah Inspiratif Suhadi Stroke adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi, baik internal keluarga maupun eksternal dengan masyarakat luas. Melalui jaringan syaraf di otak, manusia dilahirkan dengan fitrah kolaborasi; maka, kolaborasi adalah keharusan untuk mencapai tujuan bersama.
Salam Inovasi & Kolaborasi!
JOSS… # Jadi Orang Selalu Syukur
Baca artikel menarik lainnya:
